Author Archives: mmyy

About mmyy

i'm just a simple girl that live in my own world that i want go to one and be the one ~ !! ^^

Dinus Inside 2013 (part 1)

Standard

oke langsung aja deh ya
jadi dinus inside ini semacem acara ospeknya kampus UDINUS gitu
sebelum ikutan acaranya sih udah lumayan ngerti sama jalannya acara yang bakalan aku lewati nanti. Hasil dari kepo-kepo dikit sih hehe

 

sebelum dinus inside, sebagian dari kita udah tau tentang panduannya dari grup admisi dinus di fb. Ditambah lagi tanggal 31 Agustus, juga disuruh ambil buku panduannya.

Simple sih….

buat hari pertama

cuma disuruh bawa bibit pohon sengon, yg menurutku agak susah juga waktu mau nyarinya

terus pake kaos berkerah warna putih, celana bahan warna item, plus sepatu olah raga, gak lupa juga cocard yg formatnya gampang pula.

Keliatannya sih gampang ya, tapi aku gak mau ketipu gitu aja hehehe. Dari pengalaman tahun lalu sih, yg susah + rempong itu ya hari-hari habis hari pertama itu.

 

And then…..

hari pertama (Senin, 2 September 2013)

berangkat pagi berangkat pagiiii
jam 5 pagi udah kudu nyampe lokasi U_U

dari yang aku liat sih, dinus inside ini dibikin lumayan nyaman buat kita
gimana enggak, tempat upacara pagi sama kita ngikutin acaranya tuh beda
pake tratag(?) + AC + kipas angin yg ada airnya gitu

tapi ada kurangnya juga sih. kurang space alias tempatnya kurang luas buat maba yg terhitung banyak

berjam-jam duduk dengan posisi yang sama

alhasil, pinggang sama pantatnya pada pegel-pegel semua deh ngahaha 😀 (sediih)

acaranya tu isinya pengenalan macem-macem hal. Mulai dari dosennya, orma, ukmnya, hiburan, dll deh
dan diakhir acara gak lupa juga dikasih tugas buat hari kedua pastinya.
naaah, yang satu ini ni yang aku maksud tadi
banyak beneeeer tugasnye huhuhu
tapi gak apalah, soalnya waktu SMA dulu model MOSnya juga kayak beginian sih #sediiih

 

hari kedua (Selasa, 3 September 2013)

hari kedua lumayan lega tempatnya. soalnya fakultas laennya beda tempat gitu
gak perlu pegel lagi deh duduknya
acaranya juga gak kalah padet nih dari hari pertama

semacem pengenalan fakultasnya + hiburan2 untuk di parkiran gedung G
abis itu aku sama anak SI lainnya pindah tempat ke gedung E. disana lebih ke pengenalan progdi kita.

ada hiburannya juga, tapi dari anak SI lainnya. dan ternyata mreka tu gokil2 juga lho
gak gitu bosen deh jadinya

okok, sampe sini dulu
habisnya baru sampe hari ke dua doang
mau gimana lagi
entar dilanjut lagi lah

SHINee Kembali Akan Rilis Buku Tentang Perjalanan, ‘SHINee SURPRISE VACATION‘

Standard

semoga ada versi bahasa indonesianya, semangat nabung deh kalo beneran keluar

KoreanIndo

20130515_shinee_surprise-vacation

Masih ingat dengan variety show  ‘SHINee’s Wonderful Day‘?

Yah, mereka akan kembali membawa kalian pada perjalanan yang sama lagi, tapi kali ini tidak melalui lensa kamera tetapi melalui catatan perjalanan mereka sendiri yang disebut ‘SHINee SURPRISE VACATION‘.

View original post 88 more words

Standard

nah udah ada penjelasannya kan tuh
silahkan tutup mulut ya netizen *uupps

KoreanIndo

20130401_shinee_plagiarismBeberapa fans internasional telah menemukan kemiripan antara SHINee “Dream Girl” dan Luis Miguel “Vuelve“ dan sekarang masalah ini telah menjadi sorotan di Korea.

Sebuah video dari kedua lagu yang dibandingkan diunggah ke YouTube, dan banyak  penonton yang mendengarkan kedua lagu tersebut menyadari

View original post 170 more words

FF – Prohibited Call

Standard

Ini salah satu ff yang aku bikin buat tugas cerpen bahasa indonesia kemaren. eritanya tu kita satu kelas disuruh bikin cerpen tiap anaknya. dan kalo udah kekumpul semua, bakal dicetak buat dijadiin arsip perpus sekolahku. Keren kaaaan…… .

oh iya, genrenya horror misteri nih. oke langsung aja cuuus #emang disuntik apa

bed-cute-girl-hair-sad-Favim.com-74888

what happen with this girl?? okay, let’s see…..

Cahaya lampu-lampu yang berwarna warni dan dentuman musik di dalam sebuah klub malam tengah membuai seorang gadis dan sekumpulan temannya untuk terus menari. Tidak ada yang menyangka bahwa mereka adalah sekumpulan anak SMA. Setelah puas menari diantara kerumunan, gadis-gadis itu menepi ke meja bar untuk memesan minuman. Mereka terlihat sangat menikmati suasana malam itu, dan tertawa bersama satu sama lain. Melepaskan segala kepenatan yang mereka rasakan selama hari-hari belajar mereka di sekolah seminggu ini.

“Ayo kita pesta sampai pagi”, kata gadis itu kepada teman-temannya sambil mengangkat gelas minumannya tinggi lalu meminumnya dalam satu tegukan. Temannya menyambut dengan seruan dan melakukan hal yang sama seperti gadis tersebut.

***

 Namanya Alice, seorang gadis yang berasal dari keluarga kaya raya. Dia hanya tinggal sendiri dirumah bersama para pembantunya karena orangtuanya sibuk bekerja di luar negeri. Alice selalu menganggap rendah orang-orang disekitarnya dan sikapnya selalu seenaknya. Dia juga suka sekali berbelanja barang-barang mahal, pergi ke klub malam, menghamburkan uang dan bersenang-senang.

Dia merasa uang adalah teman yang selalu menemani langkahnya. Orangtuanya terlalu sibuk untuk dapat meladeni  sikapnya, sehingga mereka membiarkan saja dia tumbuh dengan pemikiran seperti itu. Dirinya sudah dibutakan oleh materi dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Dan sekali lagi orangtuanya tidak mempedulikan hal ini. Mungkin mereka seperti itu karena Alice bukanlah anak kandung mereka. Ya, kenyataan ini sudah diketahui Alice sejak lama.

***

Alice terbangun dan membuka matanya perlahan, dirasakan pening dikepalanya seusai pesta semalam. Ternyata dia  sudah berada di atas tempat tidur king sizenya yang berada di tengah kamar tidurnya yang luas. Temannya lah yang membawanya pulang ke rumah.

“Selamat pagi non, ini saya bawakan teh”, kata seorang pembantunya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya, membawa sebuah teko berisi air teh dan cangkir kecil. Alice tidak menghiraukan pembantunya itu. Dia justru sedang melamun dengan posisi tubuh yang masih terbaring di atas tempat tidur. Memang begitulah sifatnya selama ini. Setelah pembantunya keluar, Alice bangun dan berjalan ke arah jendela. Dia mengamati gerimis di balik jendela besar kamarnya. Ditangkapnya pemandangan langit berwarna keabu-abuan dan dedaunan pohon yang tampak basah. Tapi tiba-tiba hatinya merasakan hawa tidak enak dan janggal pada dirinya. Tapi dia tidak tau apa itu dan mengabaikannya. Alice kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu dia mengambil dan menyeruput secangkir teh hangatnya.

Tapi tiba-tiba…..

-ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing-

telinga gadis cantik itu berdenging dan penglihatannya menjadi kabur.
‘mic fear, tháining mé chun tú a thabhairt focal as an Tiarna.. beidh bás thagann tú. Tá a fhios agat cad é bás? Sin é nuair a mise an anam as do chorp’

Disela suara berdenging itu, dia dapat mendengar dengan samar suara seorang wanita menyanyikan sebuah lagu yang liriknya terdiri dari kata-kata aneh. Tapi Alice tidak menemukan siapapun disitu, terlebih dengan keadaan penglihatannya yang buram. Setelah suara itu menghilang, dia terdiam cukup lama. Sesaat kemudian Alice mengerjapkan matanya, seolah mengembalikan kesadarannya. Penglihatannya juga telah kembali seperti semula. Alice merasa aneh dengan apa yang baru saja dialaminya, namun ia enggan memikirkannya lebih jauh lagi.

***

Seusai kegiatan ekskul sore itu, Alice bergegas pulang. Dia ingin segera memeriksakan kesehatannya. Langkah kaki Alice menggema di lorong koridor kelas, hingga membuat suara langkahnya menjadi dua. Seolah ada seseorang yang juga sedang ikut berjalan bersamanya. Alice terus berjalan, tapi entah kenapa kali ini ia merasa bahwa  lorong itu terasa lebih panjang dari biasanya.

-ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing-

untuk yang kedua kalinya telinganya berdenging, dan hal ini membuat langkah Alice terhenti seketika. Dia berpegangan erat pada dinding, badannya terasa lemah.

‘mic fear, tháining mé chun tú a thabhairt focal as an Tiarna.. beidh bás thagann tú. Tá a fhios agat cad é bás? Sin é nuair a mise an anam as do chorp’

Nyanyian wanita yang melengking halus itu kembali terdengar untuk yang kedua kalinya. Alice mengerjapkan matanya, tapi suara itu tidak kunjung lenyap. Sudah lebih dari sepuluh desahan kuat  ia hembuskan dalam rongga pernafasaannya. Tapi suara dan dengingan itu tak kunjung pergi dari telinganya. Dengan mengumpulkan segenap tenaganya, Alice berusaha pergi dari tempat itu dengan langkah terhuyung. Anehnya saat sampai di dekat mobilnya, suara-suara itu sudah menghilang. Alice segera masuk ke dalam mobil sedan merahnya, dan langsung menancap gas.

Tanpa Alice ketahui, dari kejauhan tepatnya diatas atap gedung sekolah, tengah duduk seorang wanita cantik dengan rambut ikal sebahu dan mengenakan gaun hitam selutut. Dia menatap kepergian mobil Alice sambil melantunkan nyanyian yang melengking halus. Sebuah seringai muncul di bibir tipisnya.

***

Alice memandangi  surat hasil pemeriksaannya didalam toilet rumah sakit, semuanya baik-baik saja tidak ada satupun yang bermasalah pada tubuhnya. Tapi entah kenapa ia merasa tidak puas dengan hasil ini. Alice tersenyum miris sambil meremas surat hasil pemeriksaannya. “dokter macam apa dia? Tidak bisa memahami keluhan pasiennya”, gumamnya seorang diri.

Kreeeekk, seorang anak perempuan kecil membuka pintu toilet tersebut pelan, kemudian ia  berjalan mendekati westafel tempat Alice berada. Anak itu memandang aneh ke arah Alice, pandangan yang sangat sulit untuk diartikan.

“Kak…”,panggil anak itu. Tapi Alice tidak mempedulikan panggilan anak kecil itu. “Kak..!”, panggil anak itu sekali lagi. Kali ini tangan mungil anak itu menarik ujung blazer yang Alice kenakan. Alice merasa sangat terganggu, tapi ia tetap saja mengacuhkan anak itu. Orang lain yang berada disana menatap Alice dengan tatapan heran.

“Yang membuat keributankan anak ini, kenapa kalian justru menatapku huh?”, ucap Alice. Sementara orang-orang yang mendengarkannya hanya menggelengkan kepalanya.
“Sedangkan kau, ada perlu apa menarik-narik blazerku seperti itu? Bagaimana kalau rusak, hah?, kata Alice dengan kasar ke arah anak itu. Anak itu terkekeh melihat Alice, entah apa yang menyebabkan ia terkekeh seperti itu.

“Aku hanya ingin bilang, bayanganmu hilang!”, suara anak itu terkesan berbeda dari sebelumnya. Nadanya bicaranya lebih seperti mengejek tapi bukan dengan nada yang khas anak-anak, melainkan nada merendahkan khas orang dewasa. Setelah mengucapkan kalimat itu , anak itu keluar begitu saja dari toilet tempat Alice berada, meninggalkan Alice yang sedang kebingungan dengan ucapannya.

***

Apa ini? Ini tidak mungkin, bagaimana bisa? Alice memandang nanar cermin di hadapannya. Dia tidak dapat melihat bayangannya di cermin. Hanya bayangannya yang tidak muncul di cermin yang ada di hadapannya. “Tunggu..anak itu!”, pekik Alice dan langsung berlari keluar toilet. Alice membanting stir kemudinya kasar. Dia tidak dapat menemukan anak itu diseluruh tempat rumah sakit yang ia datangi.

“Hal gila macam apa ini?”, teriaknya frustasi. “Ini konyol..”, gumam Alice pelan. Alice menghentikan sedan merahnya di pinggir jalan. Kemudian ia menatap kaca spion depannya. Tidak ada bayangannya disana dan ini membuat Alice semakin stress. “Siapa yang berani mempermainkanku? Baiklah..kau pikir aku akan terjebak dalam hal konyol macam ini, ck..siapa yang peduli tentang bayangan, lagipula hanya bayangan bukan? Yang penting aku baik-baik saja”, gerutu Alice entah pada siapa.

Alice sebenarnya benar-benar ingin mengelak bahwa ia sedang ketakutan, bukan hanya masalah bayangannya yang lenyap entah kemana, tapi saat dipinggir jalan, dimana Alice menatap kaca spionnya lalu menemukan sosok bayangan yang asing. Ya, dia sadar bahwa bayangan itu bukan bayangannya, melainkan bayangan seorang wanita berambut panjang hitam ikal sebahu. Wanita yang sama seperti yang ada diatas atap gedung sekolah, tapi dengan wajah yang berubah mengerikan. Alice mencuri pandang ke belakang jok mobilnya, dan meneliti setiap jengkalnya, berharap dapat menemukan sosok bayangan wanita itu lagi dengan matanya. Tapi hasilnya tetap tidak ada. Ketika ia kembali memalingkan kepalanya untuk memutuskan melanjutkan laju mobilnya. Jantungnya bagai ditendang dari dalam, ia menemukan sosok wanita itu ada disampingnya sekarang. Alice menguatkan pandangannya, mencoba memfokuskan pandangan ke arah sosok itu meski sebenarnya ada ketakutan yang menghantuinya.

Jika ku bilang esok hari , matamu itu akan terlepas dari tempatnya, akan kah kau berhenti menggunakan matamu untuk hari ini saja?

Pahamilah..kata-kata ini, renungkan lalu pikirkan.

***

Alice menuruni anak tangga yang ada di rumahnya, semuanya nampak sepi malam ini. Kemana semua pembantu itu? Ia mendapati ruang tengah yang biasanya di penuhi pembantu-pembantunya yang sibuk membersihkan ruangan, tapi untuk kali ini ruangan itu kosong.

‘na..na..na..na..’ ada suara perempuan yang nampak menyanyi di ujung ruang tengah itu, tepatnya di luar  rumahnya yaitu beranda di depan taman. Alice mengernyit memperhatikan sosok itu. Meneliti dengan seksama sosok yang diyakininya bukan merupakan salah satu dari banyaknya pembantu yang dia pekerjakan di rumahnya. Alice berjalan perlahan mendekati sosok itu. Sosok itu terlihat sedang duduk santai di atas kursi goyang Ayahnya, membelakangi sosok Alice yang sedang mendekat. Dari bentuk fisiknya, orang tersebut terlihat seperti wanita yang tadi ia lihat di mobilnya. Tapi Alice tidak terlalu yakin. Tangannya sudah siap untuk membuka pintu kaca yang menjadi jarak pembatas keberadaannya dengan sosok itu, hingga sebuah suara memanggilnya.

“Nona, saatnya makan malam”. Alice terkesiap dengan suara Pak Dadang, salah seorang penjaga rumahnya. “Baiklah”, sahut Alice singkat. Tapi begitu Alice menolehkan kepalanya ke sosok wanita di luar pintu. Alice kembali terkesiap, sosok wanita itu berubah menjadi nenek dengan keriput yang luar biasa banyaknya. Nenek  itu sedang berhadapan dengannya sambil memasang senyum yang lebih mirip seringaian. ‘aaaaahh’ jerit Alice, membuat Pak Dadang kelabakan. “Ada apa tuan nona?”, tanya Pak Dadang cemas. Alice tak mengucapkan satu patah katapun untuk menjawab pertanyaan itu, mulutnya terasa dibungkam dan matanya tak bisa di kedipkan atau di arahkan. Sementara nenek tua itu terus memberikan seringaiannya pada Alice yang sudah seperti orang kerasukkan.

‘na..na..na.., mic fear, tháining mé chun tú a thabhairt focal as an Tiarna.. beidh bás thagann tú. Tá a fhios agat cad é bás? Sin é nuair a mise an anam as do chorp’

Nenek tua itu menyanyi dengan syahdu, jarum yang berdetak di tengah ruangan seperti menjadi sebuah instrument halus untuk menggiring nyanyiannya. Sementara disatu sisi tubuh Alice terjungkal ke belakang, untung saja Pak Dadang dengan sigap menangkap tubuhnya yang terjatuh ke lantai. Pak Dadang semakin cemas dengan keadaan majikannya itu. Pandangan Alice lurus menatap satu sosok yang ada di hadapannya, nenek tua yang berada di luar pintu kaca itu.

‘na..na..na.., mic fear, tháining mé chun tú a thabhairt focal as an Tiarna.. beidh bás thagann tú. Tá a fhios agat cad é bás? Sin é nuair a mise an anam as do chorp’ lagi-lagi nenek itu menyanyi dan disetiap satu kata yang dia ucapkan terasa mencekik tubuh Alice.

Pahamilah..kata-kata ini, renungkan lalu pikirkan.

Bagaimana jika pesan ini sampai padamu untuk memberikan kabar kematianmu yang sedang membayang-bayangimu.

***

Alice duduk di sudut tepi ranjangnya. Tak seperti biasanya,malam ini ia lalui dengan  tangisan yang membanjiri pipi putihnya. Kontras dengan malam-malam yang biasanya ia lalui di klub malam bersama temen-temannya. Menangis tanpa isakan yang terlalu keras, membiarkan pipinya basah karena linangan airmata. Sebuah laptop dengan layar yang masih menyala tergeletak di hadapannya. Pada layarnya nampak sebuah halaman internet yang menyediakan layanan penerjemah bahasa dan disana tertulis satu kalimat bás –bahasa Irlandia yang diterjemahkan menjadi kata kematian-. Tadi, disaat tubuhnya kaku, ada satu hal yang aneh, suara nyanyian nenek tua itu terus menggema di telinga Alice. Hingga dia dapat mengingat dengan jelas satu kata yang di ulang selama dua kali dalam lirik lagu itu bás. Dan ketika kondisi Alice mulai membaik, dia mencoba mencari arti kata dari bás itu. Dan ternyata artinya adalah kematian.

Sejak kecil hingga umurnya 17 tahun, Alice tidak pernah mendapatkan kasih sayang  dalam bentuk nyata dari orangtuanya. Karena  selama  ini, kasih sayang yang orangtuanya berikan hanyalah sesuatu yang bersifat syimbolis yang diberi nama dengan sebutan ‘Uang’ dan dengan uanglah selama ini ia menjalani hidup. Tidak pernah berpikir menjadi orang yang lebih baik, tidak pernah berpikir untuk merubah keadaan. Meski hati Alice tidak pernah menjerit karena melihat orangtuanya bertengkar dihadapannya, tapi hati Alice sudah retak. Apalagi setelah dia mengetahui kenyataan bahwa dia hanyalah anak angkat. Retakan yang hadir untuk membuktikan tingkat kerinduannya pada orangtuanya. tapi dia tidak ingin menuntut banyak, hingga dia biarkan dia hidup dengan caranya sendiri.

***

Alice merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang nyaman, matanya menatap lurus ke atas. Lagi-lagi airmatanya jatuh perlahan membasahi pipi. Bibirnya bergetar seolah enggan untuk mengeluarkan isakan. Alice berusaha menutup matanya, entah dengan tujuan apa ia melakukannya. Dalam matanya yang terpejam, Alice dapat melihat bayangan dirinya sendiri. Dirinya disana terlihat sedang menari secara liar di bawah lampu diskotik. Tanpa ia ketahui sesosok wanita dengan ekspresi setengah datar, dan tangan berkuku panjang sedang duduk di sampingnya, tangan berkuku panjang itu mengelus pipi Alice. Mengerikan, sesaat kuku panjang itu bertambah panjang dengan jemari yang bersisik hitam.

“na..na..na, tá tú ag dul go dtí bás Alice? Kau yang akan mati Alice”, ucap sosok itu sambil menyanyi dan menyebut nama Alice, kemudian sosok itu hilang samar-samar.

Bayangan Alice yang semula sedang menari-nari di bawah lampu diskotik tersebut tiba-tiba raib dan kini tergantikan oleh sosok bayangan Alice yang sedang memojokkan juniornya disekolah. Menampar juniornya dengan keras dan mempermalukannya didepan umum. “Cukup!!”, jerit Alice hingga terbangun dari posisi rebahannya. Matanya kini terlihat jelas sedang berair dan berwarna kemerahan, kedua pundaknya naik-turun memompa nafasnya yang tersengal-sengal. “Hentikan, aku mohon”, gumamnya pelan yang lebih terdengar seperti rintihan.

“Aku tahu, aku bukan perempuan yang baik. Aku tahu, apa yang selama ini aku perbuat adalah kesalahan. Tapi semua ini bukan salahku, aku juga tak ingin seperti ini! Tapi Tuhan memaksaku dengan takdirnya. Dia yang telah memaksaku dan aku membencinya”, ucap Alice berat dengan buliran airmata yang jatuh menetes.

Hawa dingin tiba-tiba mencekat, membuat Alice terkejut sesaat. Darimana datangnya hawa dingin seperti ini?

‘na..na..na.., mic fear, tháining mé chun tú a thabhairt focal as an Tiarna.. beidh bás thagann tú. Tá a fhios agat cad é bás? Sin é nuair a mise an anam as do chorp’

“SIAPA KAUUU? APAKAH KAU TUHAN?” teriak Alice histeris. Sesaat suara itu kembali terdengar olehnya. Tapi suara itu tetap saja menyanyi, seolah tak mempedulikan apa yang di ucapkan Alice

‘na..na..na.., mic fear, tháining mé chun tú a thabhairt focal as an Tiarna.. beidh bás thagann tú. Tá a fhios agat cad é bás? Sin é nuair a mise an anam as do chorp’

“Jika kau ingin bermain-main denganku..ku harap kau tunjukkan sosok aslimu sekarang juga, aku tidak takut denganmu!”, tubuhnya sebenarnya bergetar ketakutan, tapi dia berusaha menyembunyikan rasa takutnya untuk saat ini. ‘brraakkk’ pintu balkon kamarnya yang semula tertutup rapat tiba-tiba terbuka dengan suara hempasan yang kuat. Tak ada suara yang menjawab ucapannya, hanya ada nyanyian yang terdengar semakin mendayu dengan volume yang mengeras.

‘na..na..na.., mic fear, tháining mé chun tú a thabhairt focal as an Tiarna.. beidh bás thagann tú. Tá a fhios agat cad é bás? Sin é nuair a mise an anam as do chorp’

Alice semakin frustasi mendengarnya. Bayangan hitam yang merajut bawah matanya nampak melukiskan penderitaan. Penampilannya lebih terlihat seperti orang yang mengalami gangguan jiwa.

***

Alice kemudian membuka pintu kamarnya kasar, kemudian menghampiri Pak Dadang dengan tergesa-gesa. “Mana kunci mobilku?”, tanyanya dengan nada yang dipenuhi amarah. “Tapi, untuk apa non?”, ucap Pak Dadang dengan nada sedikit ketakutan saat melihat mata Alice yang mentapnya tajam.

“Apa pedulimu? Itu mobilku, cepat serahkan saja!”, kata Alice. Pak Dadang dengan tergesa-gesa  mengeluarkan sebuah kunci dari sakunya, kemudian dengan tangan yang bergetar, ia menyerahkan kunci yang Alice minta. Setelah itu Alice menghambur keluar rumah dan dengan cepat menaiki mobilnya yang terparkir di garasi.

***

Mobil sedan merah milik Alice itu melaju dengan kecepatan diatas rata-rata, atau bahkan bisa dibilng dengan kecepatan penuh. Alice mengoceh tak jelas di dalam mobil. “Bás? Apakah kau ingin mengatakan bahwa sebentar lagi aku akan mati? Siapakah kau sebenarnya? Apakah kau Tuhan? Atau kau malaikat maut? Dengarkan aku, aku tidak akan mati sampai aku ingin mati! Dan sampai saat itu tak ada yang bisa membuatku mati!”, rancau Alice tanpa mengindahkan sosok wanita berambut ikal dengan gaun hitam selutut yang duduk di jok belakangnya. Sosok itu sedang menatapi Alice kemudian menggeleng perlahan.

“fanacht ar feadh tamaill níos faide” gumam wanita itu yang berarti ‘tinggal sebentar lagi’.

***

Alice melihat sungai yang berada disamping kiri mobilnya, melihat sungai yang nampak berwarna kehitaman dengan pantulan sinar bulan yang menghiasi atas dari permukaannya. Mata Alice menyipit ketika menangkap sosok seorang wania sedang asyik berendam di dalam ketenangan sungai. “Wanita macam apa yang berendam di sungai selarut ini?”, heran Alice. Tanpa Alice sadari arah mobilnya menjadi tak terarah, dimana seharusnya dia membelokkan setirnya ke kanan karena ada tingkungan dia justru tetap pada arah lurus.

“aaaaaaaaaaaaaaaaa”, histeris Alice saat menyadarinya. Alice membanting setirnya tapi semua terlambat. Mobil sedan merah itu dengan mulus terjun ke arah sungai. Mobil itu hampir tenggelam, sementara Alice belum bisa meloloskan diri karena mengalami kesulitan saat melepaskan safety  belt  yang terentang di tubuhnya. Tak ada satu orangpun yang menolongnya, karena saat ini sudah terlalu larut. Alice terus berusaha, hingga ia hampir kehilangan nafas karena sudah terlalu lama menahan nafasnya di dalam air. Di atas mobil yang hampir tenggelam itu, ada sosok wanita yang duduk sambil menyisir rambutnya dengan sisir perak dia tersenyum sambil menyanyikan lagu.

‘na..na..na.., mic fear, tháining mé chun tú a thabhairt focal as an Tiarna.. beidh bás thagann tú. Tá a fhios agat cad é bás? Sin é nuair a mise an anam as do chorp’  lagu itu terus terulang dan Alice yang sekarang berada di dalam air dapat mendengarnya dengan jelas, bahkan di saat-saat terakhir Alice mendengar nyanyian itu dengan bahasa yang dapat ia pahami.

‘hai anak manusia, aku datang padamu membawakan sebuah kabar dari Tuhanmu..kematian akan mendatangimu, tahukah kau apa itu kematian? Itu saat dimana jiwa milikmu keluar dari  ragamu’

Pelan tapi pasti mata sendu Alice menutup, tangannya berhenti bergerak untuk membuka safety belt yang mengikat tubuhnnya. Tidak ada senyum yang mengiring detik akhir dunianya. Alice, anak perempuan nakal itu telah tiada.

***

Kedua orangtua itu melihat kubur anak angkat mereka dengan tatapan datar, seolah tak merasa sedih atau tersentuh. “Setidaknya kita tak perlu mengurus uang kartu kreditnya tiap bulannya, hari ini kita mengeluarkan uang untuk terakhir kalinya untuk dia”, ucap lelaki paruhbaya itu. Sementara sosok wanita yang terlihat sedikit lebih muda dari lelaki itu nampak sibuk membenahi sarung tangan hitamnya. “Cepatlah, kita tak punya banyak waktu di sini, kita harus ke Paris”, wanita itu bicara sambil berlalu meninggalkan pusara yang masih kemerahan di depannya. Pusara dengan goresan nama ‘Alice” putri mereka.

Mobil  limousine berwarna hitam milik kedua orangtua Alice itu melaju pesat meninggalkan perkomplekan rumah terakhir khusus kalangan orang kaya. Tanpa  ada seorangpun  yang  tahu dia antara mereka, ada satu  sosok wanita dengan rambut ikal sebahu dan mengenakan gaun hitam selutut sedang duduk di bagian belakang limousine tersebut, ikut bersama mereka.  Sosok itu sedang menyanyi sambil memanggil nama dua orang yang tidak lain adalah nama dari kedua orangtua Alice. Jika boleh ku beritahu sosok wanita itu bernama banshee –wanita pembawa pesan kematian-. Jika kau mendengar dia memanggil namamu, maka bersiaplah dengan panggilan terlarang itu, tentang kematian yang sebentar lagi mendekatimu-.

Cara Melewati Malam Tahun Baru Sendirian di Rumah

Standard
Cara Melewati Malam Tahun Baru Sendirian di Rumah

Hayooo….

Siapa yang nasibnya sama kayak aku??

Ngesharenya agak telat nih #telat banget kaliii!!

Tapi gak apalah, lagi iseng – iseng juga

Memeng sih gak banyak yang ngalami, tapi tahun ini aku harus malam tahun baruan sendiri nih. Ortu ke bogor dan kakakku pastinya bakal malam tahun baruan sama pacarnya. Temen – temen juga udah sibuk sama acaranya sendiri. Akhirnya sendirian terdampar di rumah deh ==.

Nah daripada galau karena sendirian di rumah. Kita masih bisa kok ngelewati malam tahun baru meskipun sendirian. Menurutku ada beberapa cara dan hal yang harus disiapin nih. Check this out…..

1. Beli makanan camilan yang banyak

tumblr_lfrog9VgEp1qgblmlo1_500_large

Hmmm yummy… . Siapa sih yang gak suka sama makanan, palagi camilan – camilan + softdrink. Gak ada yang bakal bisa nolak, apalagi kalau gratisan kekekeke. Cara ini bisa bikin mood kamu meningkat, apalagi kalau makanannya kesukaan kamu. Tinggal beli ke supermarket, habis itu di pajang(?) di depan kamu sambil nonton tv/film. Penggendutan dalam waktu semalam nih kayaknya nanti hahaha. Tapi gak apalah, sehari doang juga. Besoknya langsung diet habis – habisan  deh.

2. Nonton TV

1

 

Ini dia salah satu cara paling gampang buat ngebunuh(?) waktu. Apalagi kalau pas malam tahun baru kan acara tv-nya macem – macem tuh. Mulai dari film – film luar dan indo yang asik buat ditonton sampek acara perayaan tahun baru yang bintang tamunya bejibun banget. Pantengin aja layar tv-nya sampe waktunya pergantian tahunnya dateng. Lumayan asik lah, apalagi ditemenin sama makanan yang udah kamu beli tadi. Yum..yum..yum…

3. Nonton film/video

Yang satu ini juga patut buat dicoba kalau misalnya kamu gak terlalu suka sama tontonan yang ada di tv. Buka – buka lagi koleksi dvd bajakan*upss* kamu yang belum ditonton atau yang udah lama gak ditonton, genre apa aja terserah lah. Tapi cuma sekedar saran nih ya. Kalo kamu orangnya parno-an alias penakut, mending film horror langsung dicoret dari daftar deh. Entar malah jadi kayak ni orang lagi…. *kekeke*

9687922-a-very-scared-man-watching-a-horror-movie-at-home

Terus tinggal di play deh. Ambil posisi duduk paling nyaman bersama temen makanan kamu, dan siap ditonton. Gak bakalan kerasa deh kalau waktunya udah lewat.

Kalau buat kamu yang kpopers, mungkin kamu bisa tonton koleksi video tentang bias (saranghae oppadeul SHINee)kamu yang ada di lapy (maksudnya laptop) kesayangan kamu. Mulai dari mv, reality show, live perform, dramanya, etc. Ngomongin soal drama, kamu juga bisa nonton drama yang belum selesai ditonton tuh, lumayan kan. Point ini deh yang kayaknya bakal aku lakuin pas malam tahun baru #jiwa fangirl ^^

4. Main game

Main game??

Yups…, main game!! Buat yang gak terlalu suka sama dunia gaming sih mungkin ngerasa biasa aja. Tapi kalo buat si maniak game sih aku rasa bakalan beda. Apalagi yang tiap hari kerjaannya gaming, gak usah dibilangin juga langsung jalan tuh pastinya.

girl-gamer

awas mbaaak, entar kemasukan lalat baru tau rasa khihihihi

Entah mau yang bentuknya game online, game di lapy, PSP, PS3, dan temen – temennya, semuanya emang asik buat dimainin. Dan biasanya nih, mata kita bakal kuat melek kalo lagi maen game *pengalamanku sih hehehe*. Tapi ati – ati aja sih, biasanya ni penyakit suka dateng kalo kita lagi asik maen game ==. Apalagi kalo bukan penyakit “lupa waktu”. Bisa – bisa moment pergantian tahun yang cuma setahun sekali kelewat nanti -_-. Sayang banget kaaan kalo sampe kejadian. Lagian nih ya, maen game terlalu over juga gak terlalu bagus lho. Jadi tetep kontrol diri. Happy gaming….!!

#duh anak tetangga berisik banget, udah toooaat toeet aja,belum jam 12 malem juga =3=

5. Social Networking

2008-09-16-twitter

Pastinya gak mau kalah kan sama bocah yang satu ini…. #neomu kyeopta >A<

Kalo yang tiap hari kerjaannya ngebuka sosial media semacem twitter sama facebook sih, hal yang satu ini gak bakal kelewat tuh. Update teruuuuus…… . Siapa tau ada yang senasib sama kita, kan lumayan. Bisa jadi temen senasib sepenanggungan hehehe.

Kalo aku mah palingan update plus buka – buka fanpagenya oppadeul SHINee hohoho. Semoga aja adminnya ada yang jaga

#maklum pada tahun baruan…..

6. Big no..no..buat kata “galau” dan “ketiduran”

Aaaiiiissh….

Masak iya malam tahun baru malah galau. Gara – gara ditinggal pacar?? Atau karena gak ada yang nemenin dan ngerasa sendirian? Yang dipinginin gak tercapai di tahun ini??

382918_463304383731795_2067264647_n

Liat tuh, tampang mereka merana + suntuk gitu (tapi onew oppa kok keliatan nepsong sama tu kue ya kekeke)

 

Pikiran itu dibuang jauh – jauh ya, jadi gak asik dong nanti. Apalagi kalo tengah malem malah nangis – nangisan TT TT. Yang ada nih kalo tetanggamu denger, disangka ada mbak kunti iseng lagi.

Dan yang atu ini juga nggak boleh terjadi ya…

Mentang – mentang lagi sendirian, eh lama – lama malah ketiduran saking suwung(?)nya dirumah. Rugi bangeeeet gilaaaak *plaaak*

Mending siangnya tidur dulu biar kuat melek, atau ngupi – ngupi pas malemnya. Gampang kaaan…

7. Merenung + Nonton kembang api

galau

Ada satu precious moment yang lumayan susah kamu dapet kalo kamu gak lagi sendirian. Apalagi kalo bukan merenung. Disaat sendirian, kita bisa lebih fokus buat merenung. Itu sih menurutku yaaa. Kita bisa mereview dan ngoreksi diri kita termasuk apa yang udah kita udah lakuin setahun ini. Dan jangan lupa buat mikirin resolusi kita buat tahun depan.

Dan jangan lupa juga sama yang satu ini. Nonton kembang api. Mau nyalain sendiri, liat streamingnya, atau liat kembang api disekitar rumah juga bisa. Kalo disekitar rumahku sih udah ada yang nyalain kembang api gede. Inisiatif tetangga emang, syukur laaah ^^

Jadi tinggal naek ke atas, udah bisa nonton kembang api deh

#ngomong – ngomong dari tadi masih kedengeran aja nih suara toeet toeet, padahal masih ujan nih ==

Gimana???

Masih asik kan ngelewati malem tahun baru meskipun sendiriaaan…..

Happy new year ya guys……!! ^^